English French German Spain Italian Dutch Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Pedang Terpanjang Sepanjang Sejarah

Posted by Afif Sholahuddin on Sunday, 25 December 2011



Hei! pernah baca manga One Piece? Kalau pernah, pasti D’Riser udah nggak asing lagi sama karakter Roronoa Zoro. Tokoh rekaan Eiichiro Oda yang satu ini digambarkan sebagai pendekar pedang yang juga kuat luar biasa dan terbiasangangkat barbel 10 ton. Wah wah....



Nah, karena Zoro ini pendekar pedang, dan kekuatannya seperti kingkong, maka Oda harus membuat pedang yang gila-gilaan juga untuknya. Dan pedang legendaris persembahan Oda untuk Zoro ini adalah katana yang bisa memotong besi. “Di dunia ini pedang mana yang bisa memotong besi”. Begitu mungkin pikir Oda.
Tapi ternyata Oda salah, karena ternyata pedang yang bisa memotong besi memang ada, bahkan yang lebih hebat dari itu pun benar-benar -pernah- ada lho! Dan yang mengejutkan, ternyata pedang legendaris itu bukanlah katana seperti yang disandang para samurai Jepang, tapi pedang scimitar pasukan muslim abad pertengahan!
Menurut para ahli di Eropa sana, pedang yang terkuat dan tertajam di dunia memang bukanlah katana, bukan flamberge, bukan claymore, bukan keris apalagi clurit, melainkan pedang pasukan muslim abad pertengahan yang terkenal sebagai pedang damaskus (damascus sword). Disebut damascus karena pedang ini hanya diproduksi di daerah Damaskus (Damsyik), Suriah.
Pedang damaskus yang dipakai pasukan muslim ini umumnya berbentuk scimitar, shamshir atau saif, yaitu pedang arab yang ramping dan melengkung. Pedang inione-handed, jadi beratnya pun lebih ringan dari katana Jepang dan longsword Eropa yang kudu dipegang dengan kedua tangan. Tapi soal kekuatan dan ketajaman, pedang damaskus jauh lebih hebat.sword
Tikaman pedang damaskus mampu menembus baju zirah tentara salib, dan tebasannya mampu membelah tameng baja jadi dua. Bahkan yang lebih dahsyat, sapu tangan sutra yang jatuh melayang dari udara akan terpotong bila mengenai ujung tajamnya. Ck ck ck.... Selain tajam luar biasa. pedang damaskus juga terkenal kuat, namun fleksibel dan nggak mudah retak, bahkan bisa ditekuk melingkar dari ujung pedang sampe ke gagangnya. Nggak heran para tentara salib yang baru datang dari Eropa shock bukan main melihat kemampuan pedang pasukan muslim.
Salah satu ciri khas pedang damaskus yang nggak dimiliki pedang lain, yaitu adanya pola garis bergelombang pada bilah pedang yang mirip seperti urat kayu. Orang Eropa menyebutnya damascene pattern atau damask. Pola ini berbeda denganwatermark pada katana dan keris, karena bukan didapat dari teknik pelipatan logam. Dalam beberapa pedang pola garis itu membentuk barisan seperti tangga di sepanjang pedang, dan diantara “anak tangga” itu ada pola berbentuk spiral yang disebut roses (mawar).
Selain kuat, tajam dan indah, pedang ini juga misterius. Walaupun para pandai besi terbaik di Eropa sudah mempelajari pedang damaskus yang dibawa oleh tentara salib, nggak ada satu pun yang mampu membuat pedang dengan kekuatan, ketajaman dan pola garis yang serupa. Teknik pembuatan pedang ini memang dirahasiakan dengan ketat, dan hanya beberapa keluarga pandai besi di damaskus yang menguasainya. Misteri ini maikn bertambah ketika teknik pembuatan pedang ini akhirnya punah di awal tahun 1800. Bahkan dengan teknologi modern pun, para ilmuwan masih kesulitan membuat replika yang 100% sama.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr.Peter Paufler, crystallographer dari Universitas Teknik Dresden, Jerman, ternyata dalam pedang damaskus yang berusia 4 abad terdapat struktur canggih yang sekarang lagi ngetrend yaitu carbon nanotubes (CNT). Struktur karbon nanotube inilah yang menjadi rahasia kekuatan dan ketajaman pedang damaskus karena karakternya yang luar biasa, 250 kali lebih kuat dari baja, tapi 10 kali lebih ringan. Teknologi CNT sendiri pertama kali ditemukan pada tahun 1991. Ini juga sekaligus penemuan pertama CNT dalam baja, padahal sampai sekarang belum ada ilmuwan yang bisa membuat carbon nanotubes dalam struktur mikro baja!
damascusDengan serat nanotube* yang menjelujur diseluruh badan pedang, baja pedang seolah-olah mendapat tulang tambahan sehingga kekuatannya pun bertambah puluhan kali lipat dari pedang biasa, namun tetap lentur dan tajam. Mungkin Asadullah Isfahani, sang swordmaker termasyhur dari abad 17, dan juga swordmaker-swordmaker muslim lainnya nggak ngehsama sekali bahwa mereka sedang menerapkan teknologi nano yang begitu canggih, tapi pencapaian para ilmuwan tersebut menjadi bukti kemajuan teknologi Islam saat itu. Bener-bener super! Roronoa Zoro mah lewaattt! [Ihsan]

* istilah nano diambil dari ukuran nanometer. Kalau misalnya panjang pulau jawa 1 meter, maka 1 nanometer sama dengan ukuran 1 kelereng, waw….

BOX: 
Dalam novel the Talisman (1825), Sir Walter Scott mengisahkan pertemuan antara pemimpin gerombolan crusader, Richard the Lionheart, dengan panglima pasukan Islam, Sultan Shalahudin al Ayyubi. Alkisah Sultan melihat Longsword sang Raja yang besar dan terlihat begitu berat. Kemudian Sultan memintanya untuk mendemonstrasikan kekuatan pedangnya. Sang raja menyanggupi, lalu mengambil sebuah gada besi yang gagangnya hampir setebal 2 inci dari ajudannya, Thomas de Vaux , dan meletakkannya di atas balok kayu.
Sang raja mengambil kuda-kuda la posta di falcone, -Longsword ia pegang dengan kedua tangan dan diangkat tegak lurus di atas kepala-, lalu setelah memusatkan tenaga, ia ayun pedangnya kuat-kuat, menebas gada besi di depannya. Sang gada terpotong dua. Dengan bangga sang raja memberikan bukti keperkasaan dirinya dan pedangnya pada sultan.
Sultan memeriksa potongan besi itu tanpa berusaha menyembunyikan kekagumannya. Sultan kemudian mengambil sebuah bantal sutra kecil, dan menunjukkannya pada sang Raja, “Bisakah pedangmu, wahai saudaraku, memotong bantal ini?”
“Tentu saja tidak” jawab sang Raja. “Tak ada satupun pedang di dunia, walau pedang Excalibur sekalipun, yang mampu memotong benda lembek yang tak bisa menahan hantaman”
“Kalau begitu, saksikanlah” Sultan menghunus scimitarnya yang tak seperti pedang sang Raja yang mulus mengkilap, alih-alih biru kusam, namun berhiaskan jutaan garis pola yang berliku indah, lalu mengayunkannya dengan tangkas menembus bantal sutra yang seolah terbelah pasrah dengan mudahnya saat menyentuh ujung tajam pedang Sultan. Sangat berbeda dengan nasib si gada besi yang dipenggal dengan paksa.
“Ini pasti trik sulap… pasti ada sihirnya!!” ujar de Vaux, yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya sambil memeriksa kedua belahan bantal yang tergeletak di lantai. Richard si Hati Singa ternganga, kali ini gilirannya yang dibuat terkagum-kagum.[the Talisman Chapter XXVII, dengan sedikit bumbu dramatisasi. Hehe…]
By : kumpulanartikel-gratis.blogspot.com Yangan Lupa comment ya... demi perbaikan blog ini

{ 2 comments... read them below or add one }

Tini Download said...

saya gak punya pedang, pedang saya pendek.

Afif Sholahuddin said...

hahaha...

Post a Comment

Ayo beri komentar anda berupa kritik atau saran demi Perbaikan blog ini.
Komentar anda sangat berguna bagi saya